Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Beberapa langkah strategis yang disarankan antara lain:
- Menggabungkan membaca mendalam dengan literasi digital, agar siswa mampu membaca secara kritis dan reflektif.
- Menerapkan batasan waktu layar yang sehat, sehingga teknologi menjadi pendukung, bukan pengganti proses berpikir.
- Mereformasi sistem penilaian, dengan memperluas definisi kecerdasan mencakup kefasihan digital, sintesis kreatif, dan penalaran etis.
Pendidikan di Persimpangan Jalan
Generasi Z kini berada di persimpangan penting. Data mungkin menggambarkan tantangan serius, namun para ahli menilai ini adalah momentum untuk melakukan pembaruan sistem pendidikan.
Pendidikan masa depan tidak lagi sekadar mengajarkan cara memperoleh informasi, tetapi juga bagaimana menyerap, menginternalisasi, dan merefleksikannya secara kritis.
Perubahan inilah yang akan menentukan apakah teknologi menjadi alat yang memperkuat kecerdasan, atau justru mengikisnya. Di tengah arus layar dan notifikasi tanpa henti, menjaga budaya membaca dan berpikir mendalam menjadi kunci menjaga kualitas generasi mendatang. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

