Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak dan remaja terlibat dalam berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Warga Diminta Laporkan Potensi Gangguan Keamanan
Selain mengingatkan peran orang tua, Polres Alor juga mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik sosial, termasuk aksi tawuran atau gangguan keamanan lainnya.
Kamaludin menekankan bahwa terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.
Sinergi antara masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat keamanan diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus mencegah konflik meluas.
Warga Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap isu maupun informasi menyesatkan yang dapat memicu keresahan.
Warga diminta tetap tenang, tidak mudah terpancing provokasi, serta menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai pekerjaan dan mata pencaharian masing-masing.
Polres Alor berharap masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dengan cara menjaga komunikasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Jumat Keliling jadi Sarana Dekatkan Polisi dengan Masyarakat
Kegiatan Jumat Keliling tersebut menjadi salah satu upaya Polres Alor membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling percaya antara masyarakat dan kepolisian.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan