Kefamenanu, RakyatNTT.ID – Perjuangan petani di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), membuahkan hasil. Budidaya semangka di atas lahan seluas kurang lebih 50 are berhasil menghasilkan panen perdana lebih dari 1,4 ton semangka.

Panen tersebut berlangsung pada Senin (5/10/2026), setelah para petani mengembangkan tanaman semangka selama lebih dari dua bulan.

Selain hasil panen yang melimpah,  petani semakin senang karena seluruh semangka yang dipanen langsung terserap melalui jaringan supplier untuk memenuhi kebutuhan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten TTU.

Iklan

Kepastian pasar bagi petani Manamas tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten TTU, pemerintah daerah dan Satgas MBG.

Ketua DPC HKTI Kabupaten TTU, Kristoforus Haki, mengatakan HKTI berkomitmen agar hasil pertanian kelompok tani yang didampingi tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki kepastian pasar.

“Kita bekerja sama dengan unsur pemerintah daerah dan Satgas MBG. Semua hasil pertanian yang ada di kelompok-kelompok yang kita dampingi harus bisa diserap di seluruh dapur yang ada di Kabupaten TTU,” ujar Kristoforus saat menghadiri panen perdana semangka di Desa Manamas.

Menurut Kristoforus, hasil panen semangka Manamas pada hari itu juga langsung diserap untuk kebutuhan dapur MBG. Supplier telah disiapkan untuk melakukan pengangkutan hasil panen dari lokasi.

“Semangka hari ini pun semuanya langsung diserap di dapur MBG karena supplier-supplier sudah siap untuk pengangkutan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Pernyataan tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan para petani, masyarakat dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut.

Selain Kristo Haki, panen perdana semangka di Desa Manamas turut dihadiri Sekretaris DPC HKTI TTU Retno Sila, Kepala Dinas Sosial TTU Yanuarius Makin Tnobi, Bhabinkamtibmas Desa Manamas, Danpos Manamas, serta Kepala Desa Benus dan Manamas

Panen 1,4 Ton di Tengah Keterbatasan

Panen perdana semangka menjadi momentum penting bagi petani Manamas. Sebab, keberhasilan tersebut dicapai di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi masyarakat, terutama akses jalan menuju kawasan pertanian.

Kristoforus mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengembangkan sektor pertanian meskipun kondisi akses menuju lokasi kebun cukup sulit.

“Hari ini sungguh luar biasa. Masyarakat di Desa Manamas penuh dengan antusias. Mereka berjuang menanam semangka di akses jalan yang hampir tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, tetapi semangat mereka tetap berkobar,” ujar Sekretaris DPC Gerindra TTU itu.

Dalam kunjungan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi, mulai dari akses jalan, keterbatasan kultivator, kebutuhan bibit hingga sarana untuk mengangkat air dari sumber menuju lahan pertanian.

Untuk kebutuhan pengairan, Kristoforus mengatakan usulan masyarakat telah mendapat respons pemerintah dan akan diupayakan melalui pengusulan dalam sistem e-Bamper ke Kementerian Pertanian.

“Tadi ada permintaan untuk mengangkat air dari bawah ke kebun. Itu juga sudah dijawab untuk diusulkan melalui e-Bamper ke Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terjawab,” katanya.

Sementara untuk persoalan akses jalan, HKTI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Manamas. Jika pemerintah desa dapat menyediakan anggaran untuk operasional dan mobilisasi alat berat, HKTI siap berkolaborasi membantu biaya pengolahan jalan.

“HKTI siap berkolaborasi bersama untuk membuka akses jalan masuk ke wilayah kebun ini,” tegasnya.

HKTI Siapkan Dua Kultivator

Selain akses jalan dan pengairan, petani Manamas juga menghadapi tingginya biaya pengolahan lahan karena kondisi tanah yang berbatu dan keras.

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, HKTI TTU menyiapkan dua unit kultivator yang dapat digunakan petani melalui skema pinjam pakai.

“Kebetulan HKTI sekarang punya dua unit kultivator yang sudah ready. Kita akan kasih pinjam pakai, bukan hibah. Setelah mereka pakai, alat tersebut akan kita berikan lagi kepada kelompok-kelompok lain yang membutuhkan,” jelas Kristoforus.

Dukungan HKTI tidak hanya diarahkan untuk pengembangan komoditas semangka. Sejumlah komoditas lain yang dikembangkan masyarakat Desa Manamas juga dinilai memiliki potensi, seperti brokoli, pepaya dan cabai.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial melalui program yang tersedia. HKTI juga memiliki program penyediaan bibit bagi kelompok tani yang mendapatkan pendampingan.

Panen perdana lebih dari 1,4 ton semangka tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi petani Manamas untuk terus mengembangkan usaha pertanian. Dengan dukungan sarana produksi dan kepastian pasar melalui dapur MBG, hasil pertanian masyarakat diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani. (*/rnc)