Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi, mulai dari akses jalan, keterbatasan kultivator, kebutuhan bibit hingga sarana untuk mengangkat air dari sumber menuju lahan pertanian.
Untuk kebutuhan pengairan, Kristoforus mengatakan usulan masyarakat telah mendapat respons pemerintah dan akan diupayakan melalui pengusulan dalam sistem e-Bamper ke Kementerian Pertanian.
“Tadi ada permintaan untuk mengangkat air dari bawah ke kebun. Itu juga sudah dijawab untuk diusulkan melalui e-Bamper ke Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terjawab,” katanya.
Sementara untuk persoalan akses jalan, HKTI akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Manamas. Jika pemerintah desa dapat menyediakan anggaran untuk operasional dan mobilisasi alat berat, HKTI siap berkolaborasi membantu biaya pengolahan jalan.
“HKTI siap berkolaborasi bersama untuk membuka akses jalan masuk ke wilayah kebun ini,” tegasnya.
HKTI Siapkan Dua Kultivator
Selain akses jalan dan pengairan, petani Manamas juga menghadapi tingginya biaya pengolahan lahan karena kondisi tanah yang berbatu dan keras.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, HKTI TTU menyiapkan dua unit kultivator yang dapat digunakan petani melalui skema pinjam pakai.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan