Menurut Christian, dukungan tersebut dapat diwujudkan berkat kerja sama berbagai pihak, meskipun pemerintah daerah sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.

“Terima kasih Pak Sekda. Saya senang sekali, karena Pak Sekda selalu menjaga kepercayaan yang saya berikan dan tugas yang saya berikan selalu beres. Buktinya hari ini Pesparawi ini beres, dukungan Rp100 juta, dukungan fasilitas, mobil dan ruang rapat semuanya sudah diurus dengan baik,” ujar Christian.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala besar tidak mungkin hanya bergantung pada satu orang, tetapi membutuhkan kerja sama tim.

Iklan

“Pak Sekda bukan Superman, pasti ada super team di belakangnya. Pak Sekda hanya kebetulan berada di depan, tetapi pasti banyak yang membantu kerja-kerja beliau,” ungkapnya.

Selain bantuan dana Rp100 juta, Pemkot Kupang menyediakan fasilitas untuk rapat panitia dan mendukung berbagai kebutuhan teknis, termasuk pelayanan kesehatan, kebersihan, persampahan, kendaraan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Christian menilai dukungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk membantu memastikan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan berlangsung dengan baik.

Simfoni Persaudaraan GMIT, Pesan Persatuan dalam Keberagaman

Bagi Christian, Simfoni Persaudaraan GMIT bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya hidup bersama di tengah perbedaan.