Pertukaran budaya juga menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi antargenerasi, sehingga nilai-nilai sejarah dan hubungan kekerabatan masyarakat perbatasan dapat terus dirawat dalam semangat rekonsiliasi.

Melalui pawai budaya, pameran tais dan produk UMKM, pertunjukan seni hingga seminar dan dialog rekonsiliasi, Festival Fronteira 2026 diharapkan mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan konstruktif.

Delegasi Timor-Leste Bertemu Pemkab Belu

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Timor-Leste turut dihadiri Direktur Jenderal SEAC Felix Ximenes, Kepala Bagian SEAC Claudio Marques Cabral, Direktur PAM Los Palos Martinho Esteves, serta Kabag Finance PAM Los Palos.

Iklan

Kehadiran delegasi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara kedua pihak menjelang pelaksanaan Festival Fronteira 2026.

Dengan mengedepankan pertukaran budaya sebagai sarana memperkuat rekonsiliasi, Festival Fronteira 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste, khususnya komunitas yang hidup dan berinteraksi di kawasan perbatasan.

Bagi Belu dan Los Palos, hubungan lintas batas bukan semata soal geografis, tetapi juga tentang sejarah, budaya, kekerabatan dan persahabatan masyarakat yang terus dirawat dari generasi ke generasi. (*/rnc)