“Generasi muda TTS, kalian adalah pewaris budaya ini. Saya tidak ingin budaya kita hanya tinggal di museum dan di buku sejarah. Saya ingin budaya kita hidup di tangan kalian, di gerakan tarian kalian dan di hati kalian. Jadilah generasi muda yang modern, pintar teknologi, tetapi tetap berakar kuat pada budaya,” pesannya.

Festival Budaya TTS Ditargetkan Mendunia

Bupati Eduard Lioe menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, panitia, sekolah, peserta, tokoh adat, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Festival Budaya TTS 2026.

Ia berharap kualitas festival terus meningkat setiap tahun sehingga tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi mampu berkembang hingga tingkat nasional dan internasional.

Iklan

Dengan dibukanya Festival Budaya TTS 2026, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan yang menghubungkan tradisi, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan regenerasi budaya.

Antusiasme masyarakat pada hari pertama menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang kuat di tengah kehidupan masyarakat TTS. Melalui keterlibatan generasi muda, tradisi Atoin Meto diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang sebagai identitas sekaligus kekuatan pembangunan TTS. (rnc26)