Intan disebut berada di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang. Salah seorang anak Bene kemudian berupaya menemui Intan dan membawanya ke rumah Bene Jose.

Sesampainya di rumah, Intan disebut mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan untuk mengganti kerugian yang dialami Bene.

Namun, karena uang tersebut tidak kunjung dikembalikan, Bene bersama keluarganya kemudian membawa Intan ke kepolisian untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut.

Iklan

Diduga Pinjam Uang dari Kas Pemuda Gereja

Dugaan penipuan yang dilaporkan terhadap Intan tidak hanya berkaitan dengan tawaran membantu meloloskan calon anggota TNI.

Sejumlah warga dari kawasan Fatululi, Kota Kupang, juga mendatangi Polsek Kupang Tengah dan mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan modus pinjaman uang.

Intan disebut menggunakan pengakuan sebagai anggota BIN untuk mendapatkan kepercayaan dan membangun kedekatan dengan sejumlah kelompok masyarakat.

Salah satu kelompok yang disebut menjadi sasaran adalah kelompok pemuda di salah satu jemaat gereja di kawasan Fatululi.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai korban mengatakan, Intan awalnya datang dan menjalin pertemanan dengan kelompok pemuda tersebut. Setelah bergabung, Intan kemudian disebut meminjam uang dari kas kelompok.