Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat strategi pemulihan pascagempa Flores Magnitudo 7,7 dengan mengintegrasikan data spasial dan teknologi udara menggunakan drone.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pendataan kerusakan akibat gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berlangsung cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi NTT bersama BPBD Provinsi NTT dan Program Kemitraan Australia-Indonesia SIAP SIAGA menggelar Rapat Awal Koordinasi Pengumpulan dan Konsolidasi Data Sektoral dan Kewilayahan di Hotel Harper Kupang, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi pengumpulan, pembersihan, serta penggabungan data kerusakan sektoral dan kewilayahan ke dalam basis data geospasial berbasis koordinat atau Geographic Information System (GIS).

Hindari Distorsi Data Kerusakan Pascagempa

Integrasi data spasial dinilai penting karena kondisi kerusakan di lapangan terus berubah. Salah satu persoalan yang diantisipasi adalah hilangnya bukti kerusakan fisik setelah warga melakukan pembersihan puing sebelum proses penilaian resmi selesai.

Area Manager SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengatakan proses penilaian, verifikasi, dan validasi kerusakan harus dilakukan secepat mungkin.