Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa KKN Tematik Undana bersama jajaran guru SDI Welong untuk menghadirkan ruang aman bagi masyarakat agar tetap dapat menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.

Mahasiswa Undana turut mengambil bagian sebagai petugas liturgi bersama masyarakat dalam perayaan tersebut.

Keterlibatan itu menjadi bagian dari pendekatan sosial yang dilakukan mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan warga terdampak gempa. Interaksi langsung dengan masyarakat diharapkan dapat membantu proses pendampingan sekaligus memberikan dukungan sosial dan psikologis selama masa pemulihan.

Iklan

Setelah ibadat selesai, bantuan pembalut kemudian diserahkan secara langsung kepada 65 remaja putri penyintas gempa yang hadir di tenda darurat.

Bantuan tersebut mendapat sambutan antusias dari para penerima. Di tengah kondisi serba terbatas akibat bencana, bantuan sederhana itu menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan perempuan yang tidak dapat ditunda.

Kesehatan Reproduksi Perempuan Tak Boleh Terabaikan

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Undana, Maria K.D. Sambang, M.M., mengatakan kebutuhan spesifik perempuan sering kali terabaikan ketika bencana terjadi.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan sanitasi reproduksi harus menjadi bagian dari penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.