GMKI Kupang juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan kegiatan masyarakat dan pelayanan publik di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari.

GMKI Dukung Aparat Kejar Pelaku

Iklan

Di tengah duka atas meninggalnya tiga korban, GMKI Kupang menyerukan agar aparat keamanan bertindak tegas dan terukur untuk mengejar kelompok bersenjata yang melakukan penembakan.

Selain penegakan hukum, GMKI juga meminta penguatan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas maupun pelayanan publik di wilayah rawan.

“Kami berdiri bersama TNI dan Polri untuk melindungi masyarakat. Kejar pelaku penembakan, hentikan aksi kelompok bersenjata, dan pastikan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” kata Andraviani.

“Negara harus hadir sebelum, ketika, dan setelah ancaman terjadi—bukan hanya setelah nyawa warga negara melayang,” pungkasnya.

GMKI Cabang Kupang turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

GMKI menyebut kehilangan tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban dan masyarakat, tetapi juga menjadi duka bagi keluarga besar GMKI Cabang Kupang, khususnya atas meninggalnya Willi Mbuik yang merupakan kader organisasi tersebut. (rnc)