Seba, RakyatNTT.ID – Keterbatasan sumber daya dan sulitnya mendapatkan air tidak menyurutkan semangat masyarakat Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengembangkan sektor pertanian.

Hal itu terlihat dalam panen raya bawang merah bersama Kelompok Tani Kale Ie di Desa Depe, Kecamatan Sabu Barat, Rabu (9/9/2026).

Panen raya tersebut dihadiri langsung Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM. Kehadiran Bupati menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap aktivitas pertanian masyarakat sekaligus melihat secara langsung potensi lahan produktif yang selama ini dikelola para petani.

Iklan

Kelompok Tani Kale Ie diketuai Piter Agustinus Heke Medo dan beranggotakan 15 orang. Dalam praktiknya, pengelolaan lahan tidak hanya dilakukan oleh anggota kelompok, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar yang ikut bekerja dan berpartisipasi dalam aktivitas pertanian.

Lahan yang dikelola kelompok tersebut memiliki luas sekitar 5 hektare. Di tengah berbagai keterbatasan, petani mampu memanfaatkan lahan untuk menghasilkan sejumlah komoditas, seperti bawang merah, sayur-sayuran, kacang tanah, jagung, hingga padi yang ditanam sekali dalam setahun.

Petani Andalkan Sumber Air dari Jarak 3 Kilometer

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kelompok Tani Kale Ie adalah ketersediaan air. Untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan, para petani memanfaatkan sumber air dari Mata Air Aimadajawi yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi pertanian.