Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang mengecam keras penembakan terhadap tiga ASN/CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Salah satu korban dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan kader GMKI Cabang Kupang, Willi Mbuik (25).
GMKI Kupang menyampaikan dukungan penuh kepada TNI dan Polri untuk mengejar serta menangkap kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Ketua GMKI Cabang Kupang, Andraviani Fortuna Umbu Laiya, S.H., M.H., menegaskan bahwa aksi menghadang dan menembak warga merupakan tindakan kekerasan yang tidak dapat ditoleransi.
“Kami mendukung penuh TNI dan Polri untuk mengejar pelaku penembakan. Jangan biarkan kelompok bersenjata merasa bebas melakukan kekerasan terhadap masyarakat. Negara harus menunjukkan kehadirannya dan memastikan keamanan masyarakat,” tegas Andraviani.
GMKI Soroti Pencegahan dan Perlindungan Keamanan
Selain mengecam aksi penembakan, GMKI Kupang juga mengkritisi aspek pencegahan dan perlindungan keamanan terhadap masyarakat maupun petugas pelayanan publik di wilayah rawan konflik.
GMKI menilai kondisi keamanan di sejumlah wilayah Papua, termasuk Jayawijaya, yang memiliki tingkat kerawanan konflik dan gangguan keamanan tinggi semestinya menjadi dasar bagi pemerintah dan aparat terkait untuk melakukan pemetaan risiko.
Langkah tersebut, menurut GMKI, perlu diikuti dengan pendampingan serta dukungan keamanan bagi masyarakat maupun aparatur yang menjalankan tugas pelayanan publik.
Terlebih, para korban diketahui sedang menjalankan tugas untuk mengantarkan bantuan kepada masyarakat.
Dalam situasi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, negara dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan pelayanan masyarakat tidak dilakukan tanpa pertimbangan risiko dan dukungan keamanan yang memadai.
“Kami mempertanyakan kehadiran negara sebelum peristiwa ini terjadi. Ketika diketahui bahwa suatu wilayah memiliki tingkat kerawanan keamanan yang tinggi, mengapa aktivitas pelayanan masyarakat dapat berlangsung tanpa pendampingan atau pengamanan yang memadai?” ujar Andraviani.
“Jangan sampai negara baru hadir setelah korban berjatuhan,” sambungnya.
Keselamatan ASN dan Masyarakat Harus Jadi Prioritas
GMKI Kupang menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas pelayanan publik harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas pemerintahan di daerah rawan konflik.
Menurut organisasi tersebut, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh justru menempatkan para pelayan negara pada risiko kehilangan nyawa.
“ASN dan masyarakat yang menjalankan aktivitas pelayanan di daerah rawan konflik tidak boleh dilepas begitu saja. Negara memiliki kewajiban memastikan mereka dapat menjalankan tugas dengan aman. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegas Andraviani.
GMKI Kupang juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan kegiatan masyarakat dan pelayanan publik di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari.
GMKI Dukung Aparat Kejar Pelaku
Di tengah duka atas meninggalnya tiga korban, GMKI Kupang menyerukan agar aparat keamanan bertindak tegas dan terukur untuk mengejar kelompok bersenjata yang melakukan penembakan.
Selain penegakan hukum, GMKI juga meminta penguatan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas maupun pelayanan publik di wilayah rawan.
“Kami berdiri bersama TNI dan Polri untuk melindungi masyarakat. Kejar pelaku penembakan, hentikan aksi kelompok bersenjata, dan pastikan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” kata Andraviani.
“Negara harus hadir sebelum, ketika, dan setelah ancaman terjadi—bukan hanya setelah nyawa warga negara melayang,” pungkasnya.
GMKI Cabang Kupang turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.
GMKI menyebut kehilangan tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban dan masyarakat, tetapi juga menjadi duka bagi keluarga besar GMKI Cabang Kupang, khususnya atas meninggalnya Willi Mbuik yang merupakan kader organisasi tersebut. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan