Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
5. Kerjasama Antar Sektor dan Pendidikan Gizi Berkelanjutan. Program MBG tidak boleh berjalan secara terpisah. Diperlukan kolaborasi yang solid antara Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah untuk menghindari tumpang tindih kewenangan. Selain bertanggung jawab menyediakan makanan, pemerintah juga harus mengintegrasikan pendidikan tentang gizi untuk siswa dan orang tua agar pola makan sehat terbentuk tidak hanya di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah.
Kesimpulan
Fenomena Makan Bergizi Gratis di Indonesia memiliki dua sisi yang berpotensi. Di satu sisi, ini memberikan harapan besar untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dan mendukung ekonomi lokal; di sisi lain, terdapat risiko kegagalan baik teknis maupun manajerial yang bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Keberhasilan program ini tidak hanya dapat diukur dari total anggaran yang digunakan, tetapi juga dari penerapan standar ilmiah yang baik, pengelolaan yang transparan, serta perhatian pada sumber daya lokal. Hanya melalui perencanaan yang baik dan komitmen terhadap prinsip “tanpa kesalahan”, MBG dapat benar-benar menjadi pijakan yang kuat bagi masa depan generasi Indonesia. (*)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan