Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menutup pernyataannya, Yonatan menegaskan bahwa polemik ini bukan hanya berkaitan dengan persoalan politik, tetapi juga menyangkut etika, penghormatan terhadap adat, serta pelestarian sejarah masyarakat Timor.
Ia berharap seluruh pihak menempatkan adat pada posisi yang semestinya sebagai institusi sosial dan budaya yang memiliki martabat, kewibawaan, dan legitimasi yang tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan politik jangka pendek. (*/rnc)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan