Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, ia menilai pemberian gelar Raja Timur kepada Jokowi tidak memiliki relevansi dalam konteks ketatanegaraan maupun sistem adat yang berlaku saat ini.
“Saya kira tidak relevan memberikan gelar sebagai Raja Timur kepada Pak Jokowi. Bahkan jika Pak Jokowi bersikap bijaksana, seharusnya beliau menolak penghormatan seperti itu. Tidak ada kaitan antara pemberian gelar tersebut dengan kepentingan politik yang akan datang,” tegasnya.
Minta Marwah Lembaga Adat Dijaga
Yonatan juga mengingatkan agar lembaga adat tidak dijadikan instrumen untuk memperoleh legitimasi politik.
Ia berpesan kepada Ketua DPW PSI NTT beserta jajaran partai agar menjaga marwah lembaga adat dalam setiap aktivitas politik.
“Jangan hanya karena kepentingan politik elektoral, kemudian kita membajak struktur, sistem, dan kewibawaan masyarakat adat yang memiliki nilai sangat luhur dan dihormati oleh masyarakat Timor,” ujarnya.
Selain itu, ia mempertanyakan legitimasi proses pemberian gelar tersebut apabila belum melalui mekanisme musyawarah adat sebagaimana tradisi kerajaan di Timor.
Menurut Yonatan, setiap keputusan penting dalam struktur kerajaan adat selalu ditempuh melalui musyawarah bersama para tetua adat, sehingga mekanisme tersebut menjadi syarat penting dalam menjaga legitimasi sebuah keputusan adat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan