Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
EUFORIA perhelatan piala Dunia 2026 akan segera berakhir, ada banyak hal yang dapat dijadikan bahan perbincangan. Piala Dunia bagi pencinta sepak bola adalah pesta olahraga terbesar empat tahunan untuk memperebutan trofi prestisius yang dicita-citakan oleh seluruh pesepak bola.
Di balik sorak-sorak yel-yel penonton di stadion, miliran penonton di layer kaca dan pemberitaan yang memenuhi linimasa media sosial. Piala Dunia telah menjadi panggung yang memperlihatkan kualitas peradaban. Sepak bola sudah tidak lagi sebagai hiburan yang dimainkan oleh sebelas lawan sebelas di lapangan hijau, melainkan tentang suatu negara yang membangun manusia, mengelola sistem, dan menjaga tradisi dan budaya.
Sepak bola telah menjadi olahraga paling populer saat ini, diperkirakan memiliki sebanyak 4 miliar pengemar. Coba dibayangkan saat pertandingan piala dunia, ada aktivitas pengemar yang berhenti selama 90 menit untuk menonton.
Mulai dari Buenos Aires, gang-gang di Rio de Janiero, Desa-desa di Afrika-Asia, Kota-kota di Eropa, hingga warung-warung kopi di Indonesia semua orang larut dalam indahnya sepak bola.
Piala Dunia 2026 memperlihatkan bahwa jalan menuju kejayaan sepak bola tidak hanya satu. Ada bangsa yang membangun lewat budaya, ada juga yang mencapainya melalui sistem. Hingga saat ini negara yang mampu menjuarai piala Dunia hanya dari dua benua yaitu Eropa sebanyak 12 kali dan Amerika Latin sebanyak 10 kali.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan