Borong, RakyatNTT.ID — Keresahan warga Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang masih bertahan di posko darurat tanpa bantuan resmi mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Yani Gagu, menegaskan pemerintah tidak mengabaikan warga yang mengungsi secara mandiri. Namun, di tengah kondisi pascagempa, pemerintah saat ini memprioritaskan masyarakat yang rumahnya roboh dan warga di wilayah yang sulit atau terisolir.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa.

Iklan

Puluhan KK Masih Bertahan di Posko Darurat

Di tengah udara dingin menjelang malam, puluhan warga Desa Ngampang Mas masih bertahan di posko darurat yang didirikan di halaman Natas Labar, Kampung Ara.

Tercatat 78 kepala keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan empat KK yang rumahnya roboh masih menempati enam posko darurat di lokasi tersebut.

Sejumlah warga mengaku masih trauma dan takut kembali tidur di dalam rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

Franciskus Jeno dan Donsi Daut, misalnya, memilih tetap bertahan di posko karena merasa belum aman untuk kembali ke rumah. Hingga Kamis malam, 20 Agustus 2026, mereka mengaku belum menerima bantuan maupun kunjungan dari pemerintah desa ataupun pemerintah kabupaten.

Dinsos Sebut Pengungsi Mandiri Tetap jadi Perhatian

Menanggapi keluhan warga, Yani Gagu menjelaskan pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

Namun, proses pendataan dan distribusi menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keberadaan pengungsi mandiri yang tersebar di wilayah pegunungan dan tidak terkonsentrasi di satu lokasi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan waktu lebih untuk memetakan keberadaan warga terdampak dan memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Banyak juga desa yang sulit akses internet, menambah kesulitan dalam pemetaan,” ujar Yani.

Menurutnya, keterbatasan akses komunikasi dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan warga terdampak gempa di Manggarai Timur.

Rumah Roboh jadi Prioritas Utama

Yani menegaskan kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan warga yang rumahnya roboh bukan berarti masyarakat dengan tingkat kerusakan rumah lebih ringan diabaikan.

“Pengungsi mandiri tetap diperhatikan, hanya saja kami utamakan dahulu yang sangat membutuhkan,” katanya.

Pemerintah saat ini berupaya memastikan bantuan terlebih dahulu menjangkau masyarakat dengan kondisi paling mendesak, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah roboh serta mereka yang berada di wilayah terisolir.

Sementara bagi warga yang kondisi rumahnya masih memungkinkan untuk ditempati, pemerintah mengimbau agar memanfaatkan perlengkapan yang tersedia, seperti selimut, jaket, dan makanan yang ada di rumah masing-masing.

Warga Menunggu Kepastian Bantuan

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat jadwal pasti penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan di Desa Ngampang Mas.

Warga berharap persoalan pendataan dan akses menuju lokasi segera teratasi. Mereka juga berharap bantuan dapat disalurkan secara merata kepada seluruh masyarakat terdampak, tanpa terkecuali.

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting mengingat warga masih diliputi kekhawatiran untuk kembali ke rumah setelah gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. (rnc)