Menurutnya, Kopdit Sangosai tidak cukup hanya membuka kantor dan menunggu masyarakat datang. Koperasi harus hadir langsung di tengah masyarakat, memahami kebutuhan mereka dan menawarkan solusi pembiayaan yang sesuai.

“Kalau koperasi hanya menunggu di kantor, nanti agak susah juga bersaing dengan mereka. Kita harapkan koperasi yang melayani masyarakat di sini sehingga kita bisa mengurangi praktik rentenir,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pilihan pembiayaan yang lebih aman ketika membutuhkan modal usaha sehingga tidak terjebak dalam pinjaman ilegal yang dapat membebani kondisi ekonomi keluarga.

Iklan

Potensi Ekonomi Sabu Raijua Besar

Thobias juga menepis anggapan bahwa kondisi geografis Sabu Raijua yang relatif kering menjadi indikator lemahnya potensi ekonomi daerah.

Sebaliknya, ia menilai Sabu Raijua memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Salah satunya berasal dari masyarakat Sabu yang bekerja dan merantau di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.

“Jangan lihat Sabu kering begini. Peredaran uang di Sabu banyak. Salah satunya karena orang Sabu banyak merantau. Mereka ada di mana-mana, bahkan sampai ke luar negeri,” katanya.

Menurut Thobias, potensi dana dari masyarakat perantauan perlu dikelola dan diarahkan ke kegiatan ekonomi produktif melalui lembaga keuangan formal.