Kelas tersebut meliputi Kelas Tanah C, yang merupakan tanah sangat padat atau batuan lunak, Kelas Tanah D atau tanah sedang, serta Kelas Tanah E yang merupakan tanah lunak.

Lana menjelaskan, keberadaan lapisan tanah yang lebih lunak dapat membuat energi gelombang gempa mengalami penguatan ketika mencapai permukaan.

“Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens,” tuturnya.

Iklan

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa guncangan gempa terasa kuat di sejumlah wilayah meskipun tingkat dampaknya dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

Berasosiasi dengan Sesar Naik Busur Belakang Flores

Selain kondisi geologi dan karakter tanah, gempa Flores juga memiliki mekanisme sumber yang perlu diperhatikan.

Badan Geologi menyebut gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust.

Wilayah di sekitar zona tersebut juga termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dengan tingkat kerawanan menengah hingga tinggi.

Guncangan gempa dirasakan cukup luas, tidak hanya di NTT tetapi juga hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Sulawesi Selatan.