Meski getarannya cukup kuat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, BMKG memastikan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami.

“Untuk hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Wijayanto.

Getaran Gempa Dirasakan Kuat di Manggarai

Gempa M5,7 tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Manggarai.

Iklan

BMKG mencatat intensitas getaran mencapai V-VI MMI di Kabupaten Manggarai.

Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan oleh hampir seluruh penduduk. Masyarakat umumnya terkejut dan berlari keluar rumah.

Getaran dengan intensitas tersebut juga berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan, seperti plester dinding yang jatuh hingga kerusakan pada cerobong asap pabrik.

Sementara itu, intensitas V MMI tercatat dirasakan di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende.

Getaran dengan intensitas III-IV MMI juga dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Kabupaten Sikka.

Hingga saat ini, informasi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa M5,7 tersebut masih dalam pemantauan.

Hampir 3.500 Gempa Susulan Tercatat

BMKG mencatat aktivitas kegempaan di Flores masih cukup tinggi setelah gempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.