Salah satu keputusan penting adalah penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, bantuan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Di sektor logistik, bantuan awal dari BPBD berupa tenda pengungsian, selimut, makanan siap saji, dan obat-obatan sedang dimobilisasi dan diupayakan segera tiba di wilayah terdampak.

Sementara itu, Posko Komando dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Ende sebagai pusat koordinasi penanganan bencana. Seluruh organisasi perangkat daerah terkait diminta membagi tugas secara reguler sehingga posko tidak dibiarkan kosong.

Iklan

Untuk memastikan perkembangan situasi dapat dipantau secara cepat, BPBD Kabupaten Ende diwajibkan memperbarui data korban dan kerusakan setiap 12 jam.

Bupati Ende: Kami Kewalahan di 24 Jam Pertama

Bupati Ende Yoseph Tote Badeoda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan seluruh unsur yang bergerak membantu penanganan bencana.

“Kami kewalahan di 24 jam pertama. Dengan dukungan BPBD dan BNPB, TNI, Polri distribusi bantuan ke wilayah terisolir bisa lebih cepat. Saat ini fokus kami adalah tenda pengungsian, logistik berupa makanan, obat-obatan dan air bersih,” kata Yoseph.