Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menariknya, peneliti doktoral yang diterima dalam program ini akan dikontrak secara profesional oleh universitas atau lembaga penelitian di Eropa.
2. Staff Exchange
Skema ini memungkinkan pertukaran sumber daya manusia antar-institusi di berbagai negara. Tidak hanya peneliti, staf administrasi, manajerial, dan teknisi laboratorium juga berkesempatan mengikuti mobilitas internasional dalam proyek riset kolaboratif.
3. European Research Council (ERC)
ERC menawarkan pendanaan bernilai jutaan euro untuk penelitian dasar yang berorientasi pada terobosan ilmiah (breakthrough research). Program ini dikenal sebagai salah satu hibah riset paling prestisius di dunia.
4. Global Challenges (Pilar 2)
Skema ini berfokus pada kolaborasi institusional lintas negara yang mencakup berbagai bidang strategis seperti kesehatan, pangan, digitalisasi, energi, dan lingkungan.
Salah satu panggilan proposal yang dibuka pada 2026 bahkan menyediakan dana hingga 6,5 juta euro per proyek untuk penelitian terkait mitigasi penurunan populasi serangga global.
Strategi Lolos Pendanaan Uni Eropa
Tatas menegaskan bahwa persaingan untuk memperoleh hibah Horizon Europe sangat ketat. Oleh karena itu, perguruan tinggi Indonesia harus membangun konsorsium yang kuat dengan melibatkan minimal tiga lembaga dari tiga negara Eropa berbeda.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan