Sejak Januari 2026, Jeni secara rutin mendampingi kelompok tersebut. Berbekal pengalaman sebagai penyuluh pertanian selama 18 tahun, ia memberikan pembinaan mulai dari administrasi kelompok, manajemen, dinamika kelompok, hingga teknik budidaya pertanian yang benar.

“Kami mulai memberikan pemberdayaan dari segi administrasi, manajemen kelompok, dinamika kelompok, juga langsung teknis di lapangan. Saya melihat banyak warga binaan yang memiliki potensi dan kemauan untuk menanam, hanya saja mereka membutuhkan pendampingan,” katanya.

Melalui pendampingan tersebut, warga binaan mulai mengenal penggunaan pupuk organik dan anorganik, waktu yang tepat untuk menanam dan memupuk, serta teknik budidaya yang sesuai prosedur. Bahkan, untuk media pembibitan cabai, mereka tidak lagi menggunakan polybag plastik, melainkan memanfaatkan kulit pisang sebagai wadah yang lebih ramah lingkungan.

Iklan

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kelompok Tani Bui Nagi berhasil memanen berbagai komoditas seperti jagung manis, kangkung, bayam, timun, garum, serai merah, dan okra.

Khusus untuk budidaya cabai, seluruh tahapan dilakukan secara serius sejak Maret 2026. Pengolahan lahan dilakukan menggunakan traktor, pembuatan bedengan, pemberian pupuk dasar, hingga penyemaian bibit sesuai standar pertanian.