Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jeni juga mengajarkan pemanfaatan daun-daun kering dan daun pisang sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah serta mengurangi penguapan, mengingat lokasi pertanian berada di wilayah pesisir yang memiliki suhu cukup tinggi.
Ia mengapresiasi dukungan Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka yang terus memberikan motivasi kepada warga binaan untuk memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana dengan kegiatan yang produktif.
“Kita juga bersyukur dan mengapresiasi Pak Kepala Rutan karena mereka sangat responsif. Beliau sangat mendukung kegiatan pertanian ini,” ujarnya.
Perempuan berusia 50 tahun itu mengaku bangga melihat semangat belajar para warga binaan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama berada di Rutan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Saat mereka pulang nanti, mereka bisa bergabung kembali dengan kelompok tani di desa masing-masing atau bahkan membentuk kelompok tani baru. Dengan begitu, kegiatan pertanian tidak berhenti di Rutan, tetapi menjadi harapan baru agar mereka bisa kembali produktif,” ungkapnya.
Keberadaan Kelompok Tani Bui Nagi menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rumah tahanan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan harapan baru demi masa depan yang lebih baik.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan