Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Teheran, RakyatNTT.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Senin (1/6/2026) pagi.
Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Teheran menuduh militer AS menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), operasi militer itu merupakan respons langsung terhadap apa yang disebut sebagai agresi Amerika Serikat. Serangan dilaporkan diluncurkan dari Provinsi Khuzestan di wilayah barat daya Iran.
IRGC menyatakan bahwa Angkatan Udaranya menargetkan pangkalan udara yang diduga menjadi titik asal serangan terhadap Pulau Sirik. Dalam keterangannya, Iran mengklaim target yang telah ditentukan berhasil dihancurkan.
Di sisi lain, militer Kuwait menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil merespons ancaman tersebut. Staf Umum Angkatan Darat Kuwait menyatakan bahwa pertahanan udara negara itu secara aktif menghadapi serangan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayahnya.
Pihak Kuwait juga menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar di sejumlah lokasi berasal dari proses pencegatan yang dilakukan sistem pertahanan udara terhadap proyektil yang masuk. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi keamanan yang dikeluarkan pemerintah.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan