Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada akhir Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap berbagai target di Iran yang berlangsung selama enam pekan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ribuan rudal dan drone ke sejumlah target yang diklaim terkait kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, serta melakukan serangan terhadap Israel.
Meski sempat tercapai gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku pada 8 April 2026, ketegangan kedua negara belum benar-benar mereda. Upaya negosiasi antara Teheran dan Washington hingga kini belum menghasilkan kesepakatan final.
Dalam pernyataannya, IRGC memperingatkan Amerika Serikat agar tidak kembali melakukan tindakan militer terhadap Iran. Teheran menegaskan bahwa respons berikutnya akan jauh lebih besar apabila terjadi serangan lanjutan.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kembali menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sebelum hak-hak rakyat Iran benar-benar terjamin.
Ia juga menegaskan bahwa para negosiator Iran tidak menaruh kepercayaan penuh terhadap janji maupun komitmen yang disampaikan pihak lawan dalam proses perundingan.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan