Karena itu, pembahasan serius dalam pra sidang akan difokuskan pada upaya menciptakan gereja yang ramah anak dan aman bagi pertumbuhan generasi muda.

“Anak-anak gereja harus dipersiapkan dengan fondasi iman yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Marlin Lomi.

Ia juga meminta dukungan doa bagi kegiatan peringatan masuknya Injil di Sumba yang akan digelar di Melolo, Kabupaten Sumba Timur. Dalam kegiatan tersebut, panitia turut melibatkan narasumber dari Yayasan Suluh Insan Lestari Jakarta dan Yayasan Suluh Global.

Iklan

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah peserta dan pendamping mencapai sekitar 350 orang.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhadap peran gereja dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi muda.

Ia menilai modernisasi dan disrupsi digital membawa dua dampak sekaligus. Di satu sisi membuka akses pengetahuan lebih luas, namun di sisi lain dapat mengikis nilai etika dan kearifan lokal jika tidak dibarengi dengan penguatan spiritual.

“Seruan untuk tetap tinggal dalam Yesus sangat relevan sebagai benteng moral generasi muda saat ini,” tegas Yohanis Dade.