Borong, RakyatNTT.ID – Di tengah keterbatasan fasilitas dan medan terjal di pelosok Kecamatan Elar, Manggarai Timur, sosok Aipda Lalu Sukiman hadir sebagai simbol nyata polisi humanis yang bekerja melampaui panggilan tugas.

Tanpa kendaraan dinas memadai, Kapospol Elar yang juga Bhabinkamtibmas Desa Biting ini menapaki jalan tanah, menyeberangi sungai kecil, hingga mendaki lereng curam demi menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.

Bagi masyarakat setempat, Aipda Sukiman bukan sekadar aparat penegak hukum. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan warga, terutama kaum rentan, serta kerap membantu menggunakan dana pribadi.

Iklan

Menembus Pelosok, Menjawab Penderitaan

Setiap pagi, dengan ransel berisi perlengkapan sederhana seperti buku catatan, alat komunikasi, selebaran informasi, dan kotak P3K, Sukiman memulai perjalanannya.

Ia kerap berjalan berjam-jam hanya untuk menjenguk warga sakit, mendamaikan konflik, hingga mendengarkan keluh kesah petani dan peternak di wilayah terpencil.

Salah satu kisah yang menyentuh terjadi di Desa Legur Lai, saat ia mengunjungi balita Stevano Yota yang menderita atresia ani, kondisi langka di mana bayi lahir tanpa lubang anus.

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga Stevano kesulitan mendapatkan penanganan medis optimal. Mengetahui hal itu, Sukiman bergerak tanpa menunggu perintah.

“Saya tidak membawa banyak, hanya sembako dan sedikit uang dari kantong sendiri. Tapi saya percaya mereka butuh keyakinan bahwa mereka tidak sendirian,” ungkapnya.

Hadir sebagai Pelayan, Bukan Sekadar Polisi

Di rumah sederhana berdinding bambu, Sukiman disambut keluarga dengan penuh haru. Kehadirannya bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan di tengah keputusasaan.

Tak hanya Stevano, sebelumnya ia juga menempuh perjalanan hingga 150 kilometer bersama Babinsa untuk membantu Petrus Febrian Tempur, pemuda yang sejak lahir tidak bisa berjalan.

Perjalanan kemanusiaan itu berlanjut hingga Desa Kaju Wangi, sejauh 90 kilometer, demi membantu Astrin Karmel Fia, remaja dengan kondisi serupa.

“Ia tidak datang sebagai pejabat, tapi sebagai pelayan. Jangan pernah menyerah, pertolongan bisa datang dari arah yang tak terduga,” kata Sukiman memberi semangat kepada keluarga yang ia kunjungi.

Wujud Nyata Polri Presisi

Dedikasi Aipda Sukiman menjadi gambaran nyata implementasi Polri Presisi di daerah terpencil—bukan sekadar teknologi atau sistem modern, tetapi kepekaan sosial dan respons cepat terhadap persoalan masyarakat.

Atas pengabdiannya, ia menerima penghargaan dari Kapolres Manggarai Timur dalam upacara yang digelar pada 9 Juni 2023.

“Penghargaan ini diberikan karena pengabdian yang melebihi panggilan tugas. Ia hadir sebagai pelayan, pendengar, dan sahabat masyarakat,” ujar Kapolres Manggarai Timur, AKBP I Ketut Widiarta.

Api Kecil di Kampung Sunyi

Bagi warga Elar, Aipda Sukiman adalah lebih dari sekadar polisi. Ia adalah “bapak” yang selalu hadir saat dibutuhkan, membawa empati di tengah keterbatasan.

Di perbukitan sunyi Manggarai Timur, langkah kaki dan deru motor tuanya menjadi saksi bahwa ketulusan masih menemukan jalannya.

Ketika ada tangisan di balik bukit, ketika ada penderitaan yang tak terlihat, warga tahu satu hal: harapan itu masih ada.

Dan nama harapan itu adalah Aipda Lalu Sukiman. (*/rnc)