Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Borong, RakyatNTT.ID – Di sebuah rumah sederhana berdinding bambu dan papan, berlantai tanah serta beratap seng yang telah berkarat, seorang gadis kecil bernama Marselina Lovelia Kurniati Rindu, atau akrab disapa Cinta, menjalani hari-harinya.
Usianya baru 11 tahun. Namun, kehidupan telah mengajarkannya tentang kehilangan dan perjuangan sejak masih sangat kecil.
Cinta tinggal di Kampung Compang, RT 015 RW 007, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama neneknya, Katarina Labe, yang kini sudah lanjut usia.
Rumah berukuran sekitar 7 x 6 meter itu merupakan peninggalan almarhum kakeknya. Kondisinya jauh dari kata layak. Dinding bambu dan papan telah berlubang di sejumlah bagian, lantainya masih berupa tanah, sementara atap seng yang berkarat kerap bocor ketika hujan turun.
Bagi Cinta dan neneknya, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah keduanya bertahan dan menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan.
Kehilangan Ibu Sejak Usia Satu Tahun
Cinta lahir pada 19 September 2015. Ketika usianya baru sekitar satu tahun, ia harus kehilangan sang ibu untuk selama-lamanya.
Tidak lama setelah itu, ayahnya pergi meninggalkan Cinta tanpa tanggung jawab pengasuhan. Sejak saat itu, kehidupan Cinta bergantung pada kasih sayang kakek dan neneknya, Sebas Tonggo dan Katarina Labe.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan