Ruteng, RakyatNTT.ID – Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, S.P, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Manggarai Tahun 2027 yang berlangsung di Manggarai Convention Center (MCC), Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini digelar dalam suasana penuh makna menjelang perayaan hari besar keagamaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan Paskah. Paulus Peos mengawali sambutannya dengan menyampaikan pesan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

Iklan

Ia mengucapkan selamat kepada umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri, seraya mengajak untuk menyucikan diri dan mempererat silaturahmi. Sementara kepada umat Kristiani, ia mengajak untuk menjalani masa Paskah dengan hati tulus dalam menyambut sukacita kebangkitan Kristus.

Musrenbang RKPD 2027 sendiri merupakan tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”.

Dalam perencanaan tersebut, terdapat empat prioritas utama yang diusung, yakni Manggarai Sejahtera, Manggarai Bersih, Manggarai Berkelanjutan, dan Manggarai Berdaya Saing.

Paulus menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dalam perencanaan pembangunan masih menjadi model terbaik. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara aktif mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan efektif.

“Model perencanaan yang partisipatif ini masih dianggap yang terbaik dan efektif dalam mencapai tujuan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa forum Musrenbang menjadi ruang strategis bagi DPRD untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam program pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, DPRD Manggarai secara resmi menyerahkan dokumen pokok-pokok pikiran (pokir) kepada pemerintah daerah. Dokumen ini merupakan hasil dari proses penyerapan aspirasi masyarakat melalui kunjungan lapangan serta telaah berbagai masukan yang diterima.

“Pokir-pokir ini sungguh merupakan suara rakyat. Kami berharap pokok pikiran ini benar-benar diperhatikan dan tidak tercecer dalam proses perencanaan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Paulus Peos kembali mengingatkan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat demi mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

“Kami masih ingat janji kami untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang kami wakili demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (rnc28)