“Tragedi di Ngada hari ini mempertegas bahwa pendidikan tidak boleh diperlakukan sebagai angka dalam laporan anggaran, tetapi sebagai perlindungan martabat anak,” ujarnya.

Menurutnya, negara seharusnya hadir sebelum seorang anak merasa tersisih, malu, dan kehilangan harapan akan masa depan.

Tanggung Jawab Bersama

Rekam jejak Jefri Riwu Kore, baik sebagai mantan DPR RI maupun mantan Wali Kota Kupang, menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak tidak selalu membutuhkan jargon besar. Yang dibutuhkan adalah keberpihakan nyata dan keberanian mengambil keputusan.

Iklan

“Sekali lagi, tragedi seperti di Ngada tidak boleh terjadi kepada siapa pun dan di mana pun. Tanggung jawab mencegahnya adalah tugas bersama negara, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Tragedi ini menjadi alarm keras bahwa perlindungan anak tidak boleh bersifat reaktif. Negara dituntut hadir lebih awal, lebih peka, dan lebih manusiawi. (rnc)