Ia menambahkan, negara tidak boleh hanya hadir di pusat-pusat pembangunan yang sudah memadai, tetapi juga harus memastikan wilayah terpencil mendapatkan perhatian yang setara.

“Negara tidak boleh hanya hadir di pusat-pusat wilayah pembangunan yang sudah memadai, tetapi juga di wilayah-wilayah terpencil yang jauh dari kata layak,” lanjutnya.

Amfoang Punya Potensi Strategis

Menurut GMNI Kupang, Amfoang memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dan pesisir utara Pulau Timor. Wilayah ini juga memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.

Iklan

Namun, kurangnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur Amfoang dinilai telah memperparah ketertinggalan wilayah tersebut. Dampaknya tidak hanya pada aspek sosial-ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat dan kedaulatan negara dalam menjamin pemerataan pembangunan, terutama di kawasan perbatasan.

Pembangunan Harus Atasi Kemiskinan Struktural

GMNI menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dimaknai sebagai proyek fisik semata. Infrastruktur harus menjadi instrumen untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan struktural dan keterisolasian.

Karena itu, GMNI Kupang mendesak Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Amfoang.