Kupang, RakyatNTT.ID Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menegaskan bahwa kondisi infrastruktur Amfoang, Kabupaten Kupang, merupakan persoalan serius yang tidak boleh lagi diabaikan oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga saat ini, masyarakat di enam kecamatan di wilayah Amfoang masih menghadapi keterbatasan akses jalan yang tidak layak, jembatan rusak yang belum ditangani secara serius, distribusi listrik yang belum merata, serta minimnya jaringan telekomunikasi.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan bagi anak-anak, serta pelayanan kesehatan. Bahkan, keterisolasian wilayah turut menyebabkan lonjakan harga bahan pokok di desa-desa pada enam kecamatan tersebut.

Iklan

GMNI: Ini Cerminan Ketimpangan Pembangunan

Wakil Ketua Bidang Advokasi GMNI Kupang, Arison, dalam rilis resmi yang diterima Senin (16/2/2026), menyatakan bahwa minimnya akses di Amfoang bukan sekadar persoalan geografis, melainkan cerminan ketimpangan kebijakan pembangunan.

“Jika wilayah yang masuk kategori 3T masih terus mengalami keterisolasian, maka yang perlu dipertanyakan adalah keberpihakan negara terhadap masyarakat,” tegas Arison.