Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sikap ini lebih banyak didasari oleh pertimbangan yang rasional – objektif. Kedua, Pegawai Negeri Sipil yang memberi dukungan kepada Calon tertentu sebagai bagian dari keterikatan hubungan keluarga antara calon dengan dirinya. Sikap ini lebih banyak didasari oleh hubungan emosional belaka dan kurang mempertimbangkan kualitas dan kapabilitas dari calon yang diunggulkannya.
Ketiga, ada sikap yang mengutamakan kepentingan sesaat dan lebih banyak dipengaruhi oleh keingianan “cari posisi aman”. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena hingga kini masih banyak perilaku Pegawai Negeri Sipil yang terwujud akibat dari keinginan untuk diakomadasi dan mengamankan dirinya dalam jabatan-jabatan negeri yang ada. Dan si calon pun agaknya memberi ruang untuk itu bahkan menjanjikannya. Karena itu setiap Pemimpin Pemerintahan Daerah yang mendapat legitimasi dari rakyat dalam pemerintahannya perlu memberi respons yang representatif agar pemerintahan yang dimainkannya dapat bermakna bagi rakyat yang telah melegitimasinya.
Dengan kata lain sedapat mungkin menghindari kebijakan yang hanya pro tim sukses ketimbang kualitas dan kapabilitas PNS dalam menduduki jabatan negeri. Responsivitas seperti ini akan berdampak baik jika ASN yang direkrut dalam jabatan negeri memiliki profesionalitas, kapabilitas, loyalitas yang sungguh kepada kebijakan-kebijakan yang dibuat sesuai dengan visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta mau dan mampu terkoordinasi dan mengkoordinasikan diri dalam lembaga dimana ia bernaung, sehingga dapat menerapkan kebijakan yang dibuat sebagai penjabaran lebih lanjut atas visi dan misi serta program dan kegiatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
