Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Data Bank Dunia (2020) memperkuat pandangan ini, menunjukkan bahwa setiap tambahan satu tahun masa sekolah meningkatkan pendapatan individu rata-rata 10% dan dapat mendorong pertumbuhan PDB hingga 0,37%. Hal ini selaras dengan studi McMahon dan Geske (1982), yang mencatat bahwa social rate of return pendidikan dasar mencapai 27%, lebih tinggi dibandingkan pendidikan menengah (15%) maupun pendidikan tinggi (13%).
Dalam konteks Indonesia, alokasi 20% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan bukanlah pemborosan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
2.2 Fungsi Sosial, Politik, dan Kemanusiaan Pendidikan
Selain aspek ekonomi, pendidikan memiliki peran penting dalam dimensi sosial, politik, dan kemanusiaan. Tilaar (2000) menegaskan bahwa pendidikan adalah wahana pembentukan karakter, pengembangan potensi individu, dan penguatan kohesi sosial.
Secara politik, pendidikan membentuk warga negara yang kritis, demokratis, dan bertanggung jawab. Secara budaya, pendidikan menjadi media pelestarian dan pengembangan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, menilai pendidikan hanya dari perspektif anggaran fiskal mengabaikan nilai intrinsik dan dampak jangka panjangnya.
3. Peran Guru dan Dosen sebagai Agen Transformasi
3.1 Guru: Ujung Tombak Peningkatan Mutu Pendidikan




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan