SEMUA orang sepakat bahwa untuk mempercepat laju pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, energi listrik menjadi prasyaratnya. Dan semua juga sepakat agar pilihannya adalah Energi Baru Terbarukan (EBT). Mengapa terjadi pro dan kontra pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores?

Khususnya yang kontra, mereka takut akan dampak lingkungan dan dampak sosialnya. Mereka merasa belum cukup dilibatkan dalam proses diskusi dan pènentuan keputusan; mereka merasa kajian yang dilakukan belum cukup meyakinkan semua pihak akan manfaat dan dampak negatifnya.

Menanggapi situasi ini, Gubernur NTT telah menentukan sikapnya. Geothermal yang sudah bagus dilanjutkan. Yang belum bagus terus dibenahi sampai bagus. Yang gagal ditutup.

Di daratan Flores ada 16 titik geothermal dengan cadangan 902 MW. Sementara kapasitas terpasang sekarang baru mencapai  96,5 MW. Pihak PLN sendiri memproyeksikan penambahan daya sebanyak 115 MW, sehingga menjadi 211,5 MW pada tahun 2028.

Arus Laut jadi Alternatif

Jika polemik geothermal ini berlangsung terus dan lama, maka alternatif terbaik yang perlu ditempuh adalah mewujudkan rencana pembangunan jembatan Pancasila Palmerah yang menghubungkan Kabupaten Flotim dan Pulau Adonara dengan kombinasi pemanfaatan arus laut menjadi energi listrik.