Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sejauh paparan Pemda Provinsi NTT di hadapan DPRD NTT pada waktu itu, proyek ini diperkirakan akan menelan biaya tiga triliun rupiah. Investornya adalah PT Tidal Bridge Indo, bekerjasama dengan Bank Pembangunan Belanda. Selain jembatan, maka energi listrik yang dihasilkan mencapai 300 sampai 400 MW.
Jika proyek jembatan Pancasila Palmerah ini berhasil dibangun, maka kebutuhan energi listrik di daratan Pulau Flores dapat terpenuhi, sehingga tidak perlu terburu-buru dengan usaha eksploitasi geothermal yang ada. Proyek jembatan Pancasila Palmerah sendiri sudah melalui serangkaian studi, dan dinyatakan layak untuk dikerjakan.
Ada serangkaian langkah yang telah dilakukan. Pada tahun 2015 ada perbicangan hangat tentang pembangunan jembatan Pancasila Palmerah, yang menghubungkan Pulau Adonara dengan Kabupaten Flotim, sekaligus pemanfaatan arus laut untuk menghasilkan energi listrik.
Sudah Ada Studi Kelayakan dengan Anggaran Rp 9 Miliar
Itulah sebabnya pada tahun 2016, APBD Provinsi NTT menyiapkan dana sebesar 1,5 miliar rupiah untuk kegiatan pra-studi kelayakan dan pada tahun 2017 dilanjutkan dengan studi kelayakan yang menelan biaya 7,5 miliar rupiah dari APBN. Atas dasar dua studi tersebut di atas, maka PT Tidal Bridge Indonesia sebagai calon investor, mitra pembiayaan PT PLN Persero, telah membuat pradesain jembatan Pancasila Palmerah. Kemudian dilanjutkan dengan studi Amdal Nasional dan Internasional.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan