Ada syarat yang diminta oleh PT PLN Persero, yaitu agar PT Tidal Bridge Indonesia melakukan studi konektivitas. Revenew atau benefit dari jembatan Pancasila Palmerah ini adalah turbin di badan jembatan yang menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan arus laut.

Arus listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh PT PLN Persero sebagai Energi Baru Terbarukan, dengan estimasi potensi energi sebesar 300 MW sampai 400 MW.

Studi koneksitas ini berupa kajian, apakah listrik yang dihasilkan bisa terkoneksi sesuai struktur keamanan dan ketahanan sistem jaringan listrik eksisting milik PLN atau tidak? Untuk lebih meyakinkan, maka ITS juga telah melakukan pengujian teknis sebagai bahan perbandingan akademis terhadap hasil kajian pihak calon Investor. Tidal Bridge Indonesia merencanakan akan menginvestasikan dana sebesar 300 juta dollar AS dengan dukungan Bank Pembangunan Belanda.

Iklan

Kesimpulan dari semua proses studi yang dilaksanakan menyatakan, bahwa pembangunan jembatan Pancasila Palmerah layak dikerjakan, yaitu layak secara teknis, layak secara lingkungan dan juga layak ekonomi. Segala sesuatu sudah disiapkan oleh Investor termasuk negosiasi tentang harga pembelian listrik oleh PLN dari pihak investor. Sesuai informasi, masih tersisa dua langkah lagi yang perlu diselesaikan yakni pembuatan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). (*)