Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Konflik yang terus meningkat antara Iran dan Israel telah menciptakan gejolak besar dalam sistem logistik dan perdagangan global, terutama di sektor energi dan pelayaran.
Salah satu dampak langsungnya adalah lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus USD 120 per barel, serta ketakutan pasar terhadap gangguan serius di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menyalurkan sepertiga ekspor minyak global.
Peringatan Serius dari Pakar Maritim Indonesia
Menurut DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), gangguan di kawasan Teluk Persia dapat memicu efek domino terhadap sistem ekonomi global dan pelayaran nasional.
“Ketika jalur energi utama terganggu, seluruh sistem logistik dunia harus mengatur ulang rute, jadwal, dan biaya. Dampaknya sangat besar, termasuk pada pelayaran Indonesia,” tegas Capt. Hakeng, Selasa malam (17/6/2025).
Freight Cost Naik, Ekspor Indonesia Tertekan
Capt. Hakeng menjelaskan bahwa kenaikan harga bunker fuel dan premi asuransi menyebabkan tarif freight melonjak 20 hingga 30 persen. Hal ini berimbas langsung pada ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, Crude Palm Oil (CPO), karet dan produk perikanan.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.