Seba, RakyatNTT.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman Riwu Kore, membantah tudingan bahwa dirinya melakukan ancaman pemukulan terhadap seorang warga berinisial RAR dalam persoalan pembangunan dan aktivitas tambak garam Uba Happu di Desa Waduwalla, Kecamatan Sabu Liae.

Krisman menegaskan, kedatangannya menemui RAR di lokasi tambak garam bukan untuk melakukan intimidasi maupun kekerasan.

Menurutnya, ia justru ingin meminta penjelasan terkait dugaan ancaman yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sabu Raijua atas aktivitas tambak garam tersebut.

Iklan

Klarifikasi itu disampaikan Bupati Krisman saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (16/10/2026) malam, menyusul informasi mengenai dugaan pengancaman terhadap warga yang kemudian berujung pada laporan polisi.

“Sy (saya) tidak ada melakukan pengancaman atau kekerasan, justru sy ke sana menemui dia untuk mempertanyakan ancaman dia terhadap pemerintah yang melakukan aktivitas tambak garam di sana,” tulis Krisman.

Bantah Ancaman Pemukulan

Bupati Sabu Raijua juga secara tegas membantah pernyataan yang menyebut dirinya mengeluarkan kalimat ancaman akan memukul warga hingga meninggal dunia.

“Tidak ada sy (saya) mengatakan: ‘Saya pukul kau sampai mati di sini’,” tegasnya.