Kalabahi, RakyatNTT.ID – Dampak El Nino dan kekeringan berkepanjangan mulai memperparah krisis air bersih di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air, bahkan warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp500 ribu untuk satu tangki air berkapasitas sekitar 5.000 liter.

Kondisi tersebut disoroti Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Alor dalam rapat bersama DPD GAMKI NTT dan DPC GAMKI se-NTT di Kalabahi, Minggu (11/10/2026).

Iklan

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Alor, Dematrius Mautuka, melalui laporan organisasi menyebutkan krisis air bersih telah dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kepala Burung, Otvai, Kecamatan Kabola, Mataru, Lembur, Pantar Timur, Pulau Tereweng, dan Pulau Pura.

Menurut Dematrius, harga air yang mencapai Rp500 ribu per tangki menjadi beban berat bagi keluarga berpenghasilan rendah.

“Kita semua perlu memikirkan dampak El Nino yang mengakibatkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Alor. Misalnya di Otvai, terjadi krisis air yang luar biasa. Bayangkan masyarakat harus membeli air dengan harga Rp500 ribu per tangki berkapasitas 5.000 liter,” kata Dematrius di Kalabahi.

Warga Pulau Harus Mencari Air ke Wilayah Lain

Persoalan air bersih tidak hanya terjadi di wilayah daratan Alor. Masyarakat di sejumlah pulau kecil juga menghadapi kesulitan yang lebih kompleks karena keterbatasan sumber air dan kondisi geografis.