Sebelum pembangunan dimulai, telah dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan para tetua adat setempat.

Koordinasi tersebut dinilai penting karena kehidupan masyarakat Sabu Raijua tidak terlepas dari adat istiadat, tradisi, serta kawasan yang memiliki nilai budaya dan spiritual.

Berdasarkan koordinasi tersebut, Pemda menegaskan lokasi pembangunan tambak garam Uba Happu berada di luar kawasan ritual adat Jingitiu.

Iklan

Karena itu, pemerintah daerah menilai informasi mengenai posisi dan status lokasi pembangunan perlu disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tambak Garam Didorong jadi Potensi Ekonomi

Selain menyangkut aspek sosial dan budaya, Pemda Sabu Raijua menyebut pengembangan tambak garam Uba Happu merupakan bagian dari upaya memanfaatkan potensi ekonomi daerah.

Sektor garam dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal di Kabupaten Sabu Raijua.

Pemerintah daerah berharap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara bijaksana dengan mengedepankan dialog, penghormatan terhadap adat, serta kepatuhan terhadap hukum.

Perbedaan pandangan, menurut Pemda, sebaiknya disampaikan melalui saluran yang tepat sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pemda Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Pemda Sabu Raijua juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama menyusul beredarnya video mengenai persoalan tersebut di ruang publik.