Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Imbauan itu disampaikan karena aktivitas gempa susulan masih terjadi. Pemerintah Kabupaten SBD mencatat sekitar 173 gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah SBD pada Minggu (4/10/2026).
“Yang paling penting tetap tenang ya. Kita menghadapi situasi ini, gempa yang terjadi berulang-ulang kali,” kata Ratu Wulla kepada wartawan di Resto Roo Luwa, Senin (5/10/2026) sore.
Menurut Ratu Wulla, sebagian besar gempa susulan memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Sejumlah gempa susulan tercatat berada pada kisaran magnitudo 3 hingga 4.
“Kalau kemarin itu M 6,1, yang terjadi saat ini ada yang 3, 4, tapi terus-menerus terjadi ya, sudah lebih dari 170-an kali gempa susulan,” ujarnya.
Gempa utama terjadi pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB atau 06.55.52 WITA.
Pada informasi awal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan M6,1 dengan kedalaman 10 kilometer.
Namun, setelah dilakukan analisis lebih lanjut, BMKG memperbarui parameter gempa tersebut menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer.
Berdasarkan parameter terbaru BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur.
Artinya, data resmi BMKG yang telah diperbarui menunjukkan gempa utama berkekuatan M5,9, bukan M6,1.
BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Ratu Wulla meminta masyarakat tidak panik meski gempa susulan masih terjadi. Warga diminta tetap waspada dan mengetahui langkah yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi gempa yang lebih kuat.
Menurut dia, kesiapsiagaan penting agar masyarakat dapat segera menyelamatkan diri tanpa menunggu instruksi ketika kondisi darurat terjadi.
“Masyarakat tidak boleh panik sehingga ketika terjadi gempa, masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri dan bisa menyelamatkan diri,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga untuk menempatkan dokumen penting, pakaian, dan barang berharga di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat dibawa saat harus meninggalkan rumah.
“Pakaian-pakaian juga jika terjadi gempa susulan yang besar mungkin masyarakat bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.
BMKG mencatat guncangan akibat gempa utama paling kuat dirasakan di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan intensitas hingga VI MMI.
Sementara itu, wilayah Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan guncangan hingga IV MMI.
Ratu Wulla mengatakan Pemerintah Kabupaten SBD masih melakukan pendataan terhadap warga serta fasilitas yang terdampak gempa.
Ia meminta masyarakat mendapatkan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Untuk seluruh masyarakat Sumba Barat Daya tetap tenang ya. Kita menghadapi situasi ini, gempa yang terjadi berulang-ulang kali,” kata Ratu Wulla.
“Yang paling penting tetap berjaga-jaga ya untuk bisa jika terjadi gempa susulan besar, kita semua bisa lebih tenang dan bisa menyelamatkan diri lebih baik lagi,” lanjutnya. (rnc29)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan