Maumere, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat kerja sama akademik dengan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero melalui kunjungan kerja dan audiensi resmi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (5/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Kampus I Nita dan Kampus II IFTK Ledalero di Jalan Wairklau, Maumere, tersebut menjadi langkah konkret untuk mempercepat tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) Tridharma Perguruan Tinggi yang telah ditandatangani oleh pimpinan kedua perguruan tinggi pada 9 Juli 2026.

Delegasi Undana terdiri dari Guru Besar FKIP Prof. Dr. Drs. Andreas Ande, M.Si. dan Sub Koordinator Humas Ollien Manggol, S.KM., MPA., CRA., CRP. Keduanya diterima langsung Rektor IFTK Ledalero Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung bersama jajaran pimpinan dan civitas akademika.

Iklan

Kerja sama ini diarahkan agar tidak berhenti pada dokumen MoU, tetapi segera diturunkan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoA) dan program yang memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika maupun masyarakat NTT.

Perkuat Sinergi Akademik dan Kultural

Dalam audiensi di Kampus I, delegasi Undana berdiskusi bersama Rektor IFTK Ledalero Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung dan Kepala LP2M Dr. Khanis Suvianita.

Sementara di Kampus II, tim Undana diterima Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Pater Amandus Benediktus Seran Klau, S.Fil., M.I.K., Koordinator Program Studi Kewirausahaan Pater Kristianto M.R. Naben, S.Fil., MA, serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknologi Kreatif.

Guru Besar FKIP Undana Prof. Andreas Ande menilai kolaborasi antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Flores dan NTT penting untuk mempertemukan berbagai disiplin ilmu.

“Sinergi antara universitas negeri dan perguruan tinggi swasta unggulan di Flores/NTT sangat penting, khususnya dalam meramu kekuatan ilmu pendidikan, humaniora, filsafat, dan kebudayaan daerah untuk menjawab tantangan pembangunan regional maupun nasional,” ujar Prof. Andreas.

Kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan riset lintas disiplin sekaligus memperluas implementasi program Undana Berdampak di Pulau Flores.

IFTK Ledalero Ajukan Sejumlah Program Strategis

Dalam pembahasan teknis, IFTK Ledalero mengusulkan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat segera ditindaklanjuti melalui MoA dengan unit-unit kerja di Undana.

Usulan tersebut antara lain pendampingan akreditasi program studi menuju status unggul, keterlibatan dosen IFTK dalam tim riset berdampak Undana, serta dukungan dosen Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana bagi pengembangan Program Studi S1 Sistem Informasi IFTK Ledalero.

Selain itu, kerja sama diarahkan pada peningkatan kapasitas dosen serta mentoring bagi dosen dan mahasiswa IFTK dalam mempersiapkan beasiswa pendidikan.

Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol mengatakan penyusunan MoA akan dilakukan dengan melibatkan unit-unit yang memiliki kompetensi sesuai bidang kerja sama.

“Penyusunan MoA turunan ini dirancang agar dapat langsung dieksekusi melalui pembahasan intensif oleh unit-unit kerja di Undana seperti LP2M, LP3M, FEB, FST, FISIP, dan FKIP untuk merealisasikan program teknis sesuai usulan pihak IFTK,” terang Ollien.

KKN Tematik hingga Pendampingan Masyarakat

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Kedua perguruan tinggi menjajaki pelaksanaan KKN Tematik, penelitian dan publikasi kolaboratif berbasis kebudayaan Flores serta kajian isu sosial.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) juga dirancang menyasar sekolah dan kelompok masyarakat marginal.

Sejumlah program yang dibahas meliputi pelatihan penulisan karya sastra dan opini, penyediaan air bersih, pelatihan public speaking, penyuluhan lingkungan, serta pendampingan perempuan korban kekerasan.

Kolaborasi riset juga akan diarahkan pada sejumlah isu strategis daerah, termasuk pengelolaan geothermal, hak masyarakat adat, dan demokrasi pembangunan.

Dengan demikian, kerja sama Undana dan IFTK Ledalero tidak hanya berorientasi pada penguatan institusi, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal

Keunggulan IFTK Ledalero di bidang teknologi kreatif turut menjadi salah satu fokus pengembangan kerja sama.

Kedua pihak menjajaki integrasi program magang kewirausahaan dengan UMKM dan Inkubator Bisnis Undana, kuliah tamu kewirausahaan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal seperti tenun ikat dan kuliner khas, termasuk ubi hitam.

Kolaborasi juga mencakup pengembangan motif tenun berbasis kearifan lokal serta penggalian cerita rakyat (folktales) untuk dikembangkan menjadi desain motif, animasi digital, dan produk kreatif lainnya.

Di bidang teknologi informasi, kerja sama diarahkan pada pengembangan aplikasi dan situs web, termasuk dukungan infrastruktur website bagi sekolah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan teknologi kreatif sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya NTT.

Perkuat Publikasi dan Kehumasan

Selain bidang akademik, penelitian, pengabdian, dan ekonomi kreatif, kedua perguruan tinggi juga membahas rencana Perjanjian Kerja Sama di bidang kehumasan.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat publikasi kelembagaan serta meningkatkan penyebarluasan informasi mengenai kegiatan akademik dan kontribusi kedua perguruan tinggi kepada masyarakat.

Rangkaian kunjungan kerja dan audiensi tersebut menegaskan komitmen Undana dan IFTK Ledalero untuk memastikan MoU yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

Seluruh usulan teknis hasil pertemuan akan menjadi bahan pertimbangan Rektor Undana dalam menentukan langkah strategis berikutnya, termasuk penunjukan unit pengampu yang akan menjalankan program kerja sama.

Melalui percepatan implementasi MoA, sinergi kedua perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan kolaborasi riset, pendidikan, pengabdian, inovasi teknologi, dan pengembangan potensi lokal yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)