Pertama, mengidentifikasi tipologi bangunan yang digunakan masyarakat. Aspek yang diamati meliputi bahan dinding, bentuk bangunan, sistem rangka atap, serta elemen struktur seperti kolom, balok, dan sambungan konstruksi.

Kedua, mendokumentasikan pola retak dan tingkat kerusakan bangunan akibat gempa. Data tersebut akan dianalisis bersama informasi tipologi bangunan untuk mengidentifikasi karakteristik konstruksi yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan ketika terjadi guncangan.

Hasil penggabungan kedua data tersebut diharapkan dapat menunjukkan jenis rumah yang paling rentan mengalami kerusakan berat hingga roboh.

Iklan

“Dari penggabungan data tipologi dan pola kerusakan tersebut, kita dapat menyimpulkan tipe rumah mana yang paling rentan roboh. Data ini menjadi dasar statistik untuk merancang tiga prototipe rumah rakyat dan satu prototipe sekolah tahan gempa,” ujar Rani.

Tiga prototipe rumah yang direncanakan terdiri atas rumah berukuran kecil, sedang, dan besar. Desain tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dengan kebutuhan ruang dan kemampuan pembangunan yang berbeda.

Sekolah Tahan Gempa jadi Perhatian Khusus

Selain rumah rakyat, pembangunan sekolah tahan gempa menjadi salah satu fokus penting dalam kajian ini.