Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Proses instalasi teknologi di lokasi budidaya berlangsung sekitar satu minggu.
Para peserta secara aktif terlibat dalam pemasangan gardu kontrol, sensor, jaringan perpipaan, serta sistem irigasi tetes yang nantinya digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman pakcoy.
Pendekatan praktik langsung tersebut memberikan pengalaman kepada generasi muda untuk memahami bahwa teknologi pertanian tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung di lahan.
Smart Farming Pantau Kondisi Tanaman dan Atur Pengairan
Sistem smart farming yang diterapkan mengintegrasikan gardu kontrol dengan sensor kelembapan tanah, sensor suhu lingkungan, serta jaringan irigasi tetes.
Sensor digunakan untuk memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan tanaman. Sementara itu, sistem irigasi tetes berfungsi menyalurkan air secara lebih terarah langsung ke area perakaran tanaman.
Pipa irigasi dipasang mengikuti arah bedengan dan dihubungkan menjadi satu kesatuan sistem pengairan. Dengan pola tersebut, pemberian air dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan tanaman.
Setelah instalasi selesai, teknologi tersebut langsung diterapkan dalam proses budidaya pakcoy.
Bibit pakcoy terlebih dahulu disemai sebelum dipindahkan ke bedengan. Selanjutnya, tanaman dipelihara dengan memanfaatkan sistem irigasi yang telah dipasang.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan