Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
So’E, RakyatNTT.ID – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si. sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTS.
Pelantikan berlangsung di Aula Mutis, Kantor Bupati TTS, Kamis (8/10/2026) pukul 09.00 WITA. Prosesi tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), staf ahli bupati, para asisten, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten TTS.
Denny Nubatonis ditunjuk sebagai Pj Sekda untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda TTS setelah pejabat sebelumnya, Drs. Seperius E. Sipa, M.Si., memasuki masa purna tugas pada Oktober 2026.
Pengangkatan Denny tertuang dalam Keputusan Bupati TTS Nomor BKPSDMD.31.03.03/821/62/X/2026 dan telah memperoleh rekomendasi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Denny akan menjalankan tugas sebagai Pj Sekda selama tiga bulan, terhitung sejak 8 Oktober 2026 hingga 8 Januari 2027, atau sampai Sekda definitif dilantik.
Bupati: Pj Sekda Punya Peran Strategis
Dalam sambutannya, Bupati Eduard Markus Lioe mengatakan pelantikan Pj Sekda merupakan bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
“Atas dasar rekomendasi Gubernur NTT tersebut, pada hari ini Saudara Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si. secara resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Eduard.
Ia menyampaikan selamat kepada Denny sekaligus mengingatkan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Bupati meminta Pj Sekda bekerja dengan mengedepankan integritas, loyalitas, profesionalisme, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Eduard, posisi Sekda sangat strategis karena menjadi salah satu unsur penting yang membantu kepala daerah dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, serta pembinaan ASN.
“Menjadi Penjabat Sekda bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi merupakan amanah untuk memastikan seluruh mesin birokrasi bergerak dalam satu arah, satu tujuan, dan satu komitmen pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Denny Diminta Segera Konsolidasi Birokrasi
Bupati meminta Denny segera melakukan konsolidasi dengan seluruh perangkat daerah. Komunikasi terbuka dan koordinasi yang kuat dinilai penting untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif.
“Jangan bekerja sendiri,” pesan Eduard.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Pj Sekda, Denny diberikan enam penekanan utama.
Pertama, konsolidasi birokrasi. Denny diminta membangun komunikasi langsung dengan para kepala perangkat daerah, mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat koordinasi, serta segera mencari solusi.
Sekretariat Daerah diharapkan menjadi pusat koordinasi pemerintahan yang aktif, responsif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan birokrasi.
Kedua, memastikan program prioritas daerah berjalan. Seluruh program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan penganggaran daerah harus berjalan sesuai target.
Setiap perangkat daerah juga diminta memiliki target yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, memperkuat disiplin dan kinerja ASN. Pj Sekda diminta memberikan perhatian serius terhadap kedisiplinan, kinerja, serta budaya kerja ASN.
Bupati menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.
Keempat, memperkuat koordinasi pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Denny diminta memastikan seluruh perangkat daerah tertib dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan.
Hal tersebut dinilai penting mengingat kondisi fiskal daerah yang tidak mudah. Pelaksanaan APBD harus dilakukan secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
Kelima, membangun sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD. Bupati meminta komunikasi dan koordinasi kelembagaan dengan DPRD Kabupaten TTS terus dijaga demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Keenam, melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui program yang telah berjalan, hal-hal yang belum tercapai, hambatan yang dihadapi, serta langkah perbaikan yang perlu segera dilakukan.
“Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mengetahui apa yang sudah berjalan, apa yang belum, apa hambatannya, dan apa yang harus segera diperbaiki,” kata Eduard.
Pj Sekda Diminta jadi Jembatan Koordinasi
Di akhir arahannya, Bupati Eduard meminta Denny menjadi jembatan koordinasi antara Bupati, Wakil Bupati, perangkat daerah, dan seluruh jajaran birokrasi Pemkab TTS.
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kerja yang harmonis dan profesional serta menghindari kepentingan pribadi maupun kelompok dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya berharap Saudara Denny dapat menjadi teladan dalam kedisiplinan, integritas, komunikasi, dan tanggung jawab. Bekerjalah dengan hati, bekerja dengan integritas, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Bupati.
Eduard kemudian menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Denny Nubatonis dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan sebaik-baiknya hingga proses pengisian jabatan Sekda definitif selesai. (rnc26)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan