Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus menerapkan prinsip build back better and safer, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
Prinsip tersebut penting agar kerugian dan dampak serupa tidak terus berulang ketika bencana kembali terjadi.
Kaji Pola Kerusakan untuk Rancang Rumah Tahan Gempa
Dosen Teknik Sipil UNWIRA, Dr. Yulius Suni, mengatakan kajian lapangan akan diarahkan untuk mempelajari pola kerusakan berbagai jenis rumah dan bangunan sekolah.
“Kita mau mengidentifikasi pola kerusakannya, kemudian merekomendasikan prototipe rumah tahan gempa, baik untuk rumah tembok maupun rumah papan,” jelas Yulius.
Sementara itu, Ir. Rani Hendrikus, MS, menjelaskan bahwa kajian tersebut ditargetkan menghasilkan tiga prototipe rumah rakyat dengan ukuran berbeda serta satu prototipe sekolah tahan gempa.
Seluruh prototipe akan disusun berdasarkan hasil analisis kondisi bangunan di lapangan.
“Misi kita adalah menemukan alternatif rekayasa sederhana berbasis kondisi lokal agar masyarakat bisa bertahan saat gempa berikutnya terjadi,” ujarnya.
Mahasiswa Dibekali Teknik Observasi Kerusakan
Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa juga dibekali keterampilan observasi dan klasifikasi kerusakan bangunan.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan