Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“FST menjadi bagian tak terpisahkan dari Undana. Mahasiswa kami kali ini fokus pada penanganan infrastruktur yang rusak pascagempa Flores, seperti keretakan bendungan, sarana jalan yang terputus, longsoran, mitigasi, hingga penyediaan air bersih,” jelas Erich.
Menurutnya, kondisi kebencanaan di Flores tidak hanya berkaitan dengan gempa tektonik. Aktivitas gunung berapi dan gempa vulkanik juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Karena itu, FST Undana menggandeng sejumlah lembaga teknis dalam pelaksanaan tugas mahasiswa di lapangan, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Nusra dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT.
Relawan Ditempatkan di Maumere dan Ende
Tim relawan FST Undana akan dialokasikan di dua wilayah terdampak, yakni Maumere dan Ende.
Di dua wilayah tersebut, mahasiswa akan melakukan identifikasi dan inventarisasi kerusakan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan.
Beberapa tugas yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan keretakan bendungan, pendataan jalan yang terputus, pemetaan titik longsor, mitigasi potensi bencana lanjutan serta identifikasi persoalan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dan lembaga teknis memperoleh gambaran kondisi infrastruktur secara lebih cepat dan terukur.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan